Surabaya, Muhyiddin – Penguatan literasi jurnalistik di lingkungan pendidikan dilakukan melalui Workshop Penulisan Berita Media Online untuk Konten Website Sekolah yang digelar di Aula MI Muhyiddin, Selasa, (20/1/2026).
Workshop ini diikuti para guru dari MI Muhyiddin, MTs Muhyiddin Qur’aniy, dan MA Cahaya Muhyiddin. Para guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penulisan berita sesuai standar media koran online. Hasil tulisan peserta dicetak (print out) untuk dikaji dan dievaluasi bersama.
Hadir sebagai narasumber Rudy Prasetya, S.S., M.Med.Kom., praktisi media dan komunikasi lulusan S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya. Ia menekankan pentingnya website sekolah sebagai pusat rujukan informasi resmi.
“Website sekolah tidak boleh pasif. Semua informasi harus dikunci melalui website agar menjadi rujukan resmi,” ujar Rudy.
Rudy Prasetya, praktisi media dan komunikasi, saat Workshop Penulisan Berita Media Online di aula MI Muhyiddin.
Ia menambahkan, konsistensi menjadi kunci agar sekolah memiliki identitas digital yang kuat.
“Sekolah akan terlihat berbeda jika aktif. Idealnya, berita diunggah minimal tiga kali dalam sepekan dengan sudut pandang yang segar dan bernilai berita,” tegasnya.
Dalam sesi materi, Rudy juga menjelaskan bahwa tidak semua informasi otomatis layak disebut berita. Menurutnya, nilai berita muncul ketika peristiwa tersebut belum pernah dilaporkan, aktual, dan relevan bagi pembaca. Peserta dibekali teknik mencari sudut pandang berita melalui konsep “empat penjuru mata angin” serta pengenalan enam kategori berita, di antaranya hard news dan straight news.
Workshop ini mendorong para guru agar lebih jeli melihat peristiwa di sekolah maupun lingkungan luar, termasuk aktivitas masyarakat dan kuliner, selama memiliki nilai jurnalistik.
Adistya Rixsa Fatmala, menerima penghargaan penulis jurnalistik terbaik dari Rudy Prasetya.
Dari hasil praktik penulisan, Adistya Rixsa Fatmala, S.Pd. terpilih sebagai penulis terbaik. Ia mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam dunia jurnalistik sekolah.
‘’Selama ini saya sering menulis, bahkan menulis novel, tetapi hanya untuk konsumsi pribadi dan disimpan sendiri. Melalui workshop ini, saya jadi memahami bagaimana menulis berita yang ringkas, jelas, dan layak dipublikasikan di website sekolah,” ujar Adis.
Melalui workshop ini, website sekolah diharapkan menjadi media informasi yang aktif, profesional, dan mampu meningkatkan citra lembaga pendidikan di ruang digital.