
Penulis : Waizul koroni, kelas IX, yang ditulis langsung menggunakan bahasa inggris.
Surabaya, Muhyiddin – Becoming a presenter in an English Club was a valuable experience for Waizul Koroni, a ninth-grade student of MTs Muhyiddin Qur’aniy. Although he faced several challenges at the beginning, the experience helped him build confidence and a sense of responsibility in teaching others.
Waizul Koroni, commonly known as Izul, shared his experience when he was trusted to be a presenter in the English Club at his school. In his written reflection, Izul admitted that he did not expect to take the role of a presenter, especially when some participants still had low interest in learning English.
During the first meeting, Izul found the situation quite challenging. Several students seemed unmotivated and lacked confidence in using English. However, this condition did not discourage him from continuing the activity.
After discussing with the English Club division members, Izul decided to use a more interactive learning method. He applied a listening-based activity using English songs. The participants were asked to listen carefully and complete worksheets by filling in the missing lyrics.
At the beginning of the activity, some participants were shy and hesitant to participate. However, step by step, the class atmosphere became more active. In the end, the participants were able to complete the task together and enjoy the learning process.
Izul stated that the first English Club session was not perfect, but it was meaningful. He learned that teaching requires patience and preparation. He also remembered the message from the English Club advisor, Mister Ivan, that learning is a process and no one can achieve perfection instantly.
For Izul, being a presenter in the English Club was not only about teaching English, but also about learning leadership, confidence, and responsibility. This experience became an important step in his personal and academic development.
dibawah ini tulisan waizul Koroni.


translate :
Izul Jadi Pemateri English Club, Belajar Percaya Diri Lewat Proses
Surabaya, Muhyiddin – Menjadi pemateri dalam English Club menjadi pengalaman berharga bagi Waizul Koroni, siswa kelas IX MTs Muhyiddin Qur’aniy. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan tantangan di awal kegiatan, pengalaman ini justru membentuk rasa percaya diri dan tanggung jawab dalam berbagi ilmu.
Waizul Koroni, yang akrab disapa Izul, menuliskan pengalamannya saat dipercaya menjadi pemateri dalam kegiatan English Club di sekolahnya. Dalam catatan refleksi pribadi, Izul mengaku awalnya tidak menyangka akan berperan sebagai pengajar di tengah keterbatasan kemampuan dan minat sebagian peserta.
Pada pertemuan pertama, Izul menghadapi kondisi yang cukup menantang. Ia mendapati beberapa peserta kurang antusias dan belum memiliki minat besar terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Namun, hal tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat.
Izul kemudian berdiskusi dengan anggota divisi English Club untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat. Dari hasil diskusi tersebut, disepakati penggunaan metode listening berbasis lagu. Dalam pelaksanaannya, Izul memandu peserta untuk mendengarkan lagu berbahasa Inggris dan mengisi lembar kerja berisi lirik yang belum lengkap.
Meski pada awal kegiatan beberapa peserta terlihat malu dan kurang aktif, Izul tetap berusaha menjalankan perannya sebaik mungkin. Perlahan, suasana kelas menjadi lebih kondusif dan peserta mampu menyelesaikan tugas bersama hingga akhir sesi.
Izul menilai kegiatan tersebut memang belum berjalan sempurna. Namun, pengalaman menjadi pemateri memberinya pelajaran penting tentang proses belajar dan mengajar. Ia juga mengingat pesan pembina English Club, Mister Ivan, bahwa tidak ada keberhasilan yang langsung sempurna sejak awal.
Bagi Izul, menjadi pemateri English Club bukan sekadar berbagi materi bahasa Inggris, tetapi juga proses belajar tentang kepemimpinan, kesabaran, dan kepercayaan diri. Pengalaman ini menjadi langkah awal baginya untuk terus berkembang dan berani mengambil peran di depan orang lain.







